CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

13 Jun 2010

Love You Forever Part 1

DRRT-DRRT
HPku bergetar! Kuperiksa HPku dengan cepat. Yah... Bukan dia! Bukan dia! Ukh! Aku menutup mukaku dengan bantal. Huh! Air mataku mengalir. Aku menangis lagi!

Dua hari yang lalu aku diSMS oleh orang yang kusukai. Yah... Itulah yang membuatku kesal sekarang. Akhir-akhir ini ia berehenti mengSMSku. Harusnya dari awal ia tidak mengSMSku saja! HUH!

Aku duduk tegap dan turun dari tempat tidurku. Aku beranjak ke kaca diatas fotoku yang sedang bersama teman-temanku. ASTAGA!! Mataku bengkak! UKH! Ini semua karena dia! Aku menangis semalaman kemarin!

DRRT-DRRT
Alaramku berbunyi. Dengan tulisan 'Good Morning' terlihat jelas dilayarnya. Aku melihat ke arah jam dinding. ASTAGA!! Sudah jam 6!?

Aku langsung berlari ke kamar mandi. Setelah itu langsung kupakai seragam putih abu-abuku itu. Aku langsung berlari menuruni tangga.

HOSH-HOSH
Desahku lelah. Maklum saja rumahku ini 2 tingkat jadi mau tidak mau aku harus berletah-letih dulu. Aku langsung menuju kemeja makan meraih air putih. Hah... Segarnya... Aku lalu mengambil rotiku yang hari ini dioles selai stroberi. Hmm... Selai stroberi memang yang paling enak.Tidak salah ia menjadi selai kesukaanku. Nyamm!

UHUK! UHUK!
kataku kencang tiba-tiba. Aku tersendak roti! Terlalu buru-buru sih...
"Makanya kalo makan pelan-pelan dong!" kata kakak laki-lakiku yang lebih tua dua tahun denganku —dia kelas 3 SMA—. Aku hanya menyengir kecil. Setelah itu segera aku memakai kaos kaki dan sepatu.

"Pak Ujang! Pak Ujang!" teriakku memanggil supirku yang agak budek itu. "Iya Non!" kata Pak Ujang buru-buru.
"Pak!! Mobilnya mana?" teriakku lagi yang dibalas dengan suara bass Pak Ujang. "Didepan Non! Sudah siap!"
Lalu aku pun langsung pergi berpamitan kepada Papa dan Mamaku.

Aku sampai disekolah sekita jam 06.45. Aku langsung berlari-lari ke kelas.
"Eh, udah dateng Clau!" teriak sahabatku yang bernama Ririn —sebenarnya namanya Catherine—. Aku pun balas menyapanya dengan senyum. "Iya nih!"
"Oiya Clau, tadi pagi Kak Rio nyariin kamu tuh!" kata Ririn lagi.
"Hah? Kak Rio?? Kenapa Kak Rio nyariin aku?" balasku lagi.
"Mana aku tau Clau... Mendingan sekarang kita ke kelas Kak Rio aja, yuk!" kata Ririn.

Sesampainya dikelas Kak Rio, ternyata Kak Rio masih diluar belum didalam kelas.
"Kak Riooo!" teriak Ririn yang melihat Kak Rio datang. "Nih si Claudia baru dateng!" lanjutnya.
"Ada apa Kak?" tanyaku dengan penuh penasaran.
"Tadi Kakak mau nanya sama kamu tentang Ci Rina" —Ci Rina orang yang Kak Rio suka— "Kamu kan tahu banyak tentang dia." lanjut Kak Rio. Yup! Itu betul! Aku tetanggaan dengan Ci Rina.
"Ow... Dikirain kenapa Kakak nyariin Claudia." kataku yang dibalas Kak Rio dengan tawanya.

Bel pun berbunyi. TING-TONG-TING-TONG
Aku pun langsung berlari menuju kelas. Hari ini pelajarannya Bu Ningsih —guru bahasa Indonesia—. Kami lalu berdoa dan memberi salam kepada Bu Ningsih.

Sudah 10 menit pelajaran berlalu, tiba-tiba...
TOK-TOK-TOK
"Permisi Bu..." tampak didepan pintu kelas seorang cowok yang tinggi dan cool banget... Ya ampun!! Itu kan Vino!! —cowok yang kusuka— Ya ampun!! Dia kenapa? Kok mukanya pucat banget? Dia sakit? Atau kenapa sih?
"Kamu kenapa Vino? Mukamu pucat begitu, tidak apa-apa?" tanya Bu Ningsih.
"Hm... Saya lagi sakit Bu." teman-temanku menatap Vino heran.Kenapa sakit pengen maksa masuk sekolah sih!?
"Ayo kalau begitu, Silahkan duduk." kata Bu Ningsih.
Vino berjalan mendekati bangkunya dan duduk...
Setelah hampir satu jam pelajaran berlangsung tiba-tiba....
BRUK!
"Vino, Vino kamu gak pa-pa? Vino? Astaga!! Vino pingsan!" teman-teman pun langsung mengangkat Vino.
"Vino Vino Vino????" tiba-tiba temanku kaget.
"Astaga! Vino? Vino gak napas Bu! Napasnya berenti!"
Ibu Ningsih langsung kaget. "Cepat! Cepat bawa keUKS dulu!"
rasanya aku ingin mengangis. Tapi itu tidak mungkin! Masa aku nangis didepan Bu Ningsih dan teman-teman? Nanti mereka tau aku suka pada Vino lagi. Sehabis pelajaran aku bertekad akan pergi menjenguk Vino apapun yang terjadi!